Perbedaan Perkembangan Pencak Silat di Indonesia dari Zaman ke Zaman
Nama : Alfian Hidayat
NIM : 20060484136
Kelas : 2020 D
Jurusan : Pendkesrek
A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda
Nenek moyang kita telah mengenal bela diri pada
saat Indonesia masih berbentuk kerajaan. Tata pembelaan diri di zaman kerajaan
ini didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari
sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam
pembelaan berkelompok.
Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat
yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi
yagn ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman
Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri
dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual
yang tinggi. Pemukupan jiwa keprajuritan dan kesatriaan selalu diberikan untuk
mencapai keunggulan dalam ilmu pembelaan diri.
Untuk menjadi prajurit atau
pendekar diperulan syarat-syarat dan latihan yang mendalam di bawah bimbingan
seorang guru. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu pembelaan diri dipupuk
bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis-basis agama Islam terkenal dengan
ketinggian ilmu bela dirinya. Jelaslah, bahwa sejak zaman sebelum penjajahan
Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan
pembawaan bangsa Indonesia.
B. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda
Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu
negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang
diperintah. Pemerintah Belanda tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak
Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap
kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan
larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan
Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat
menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi-sembunyi dan
oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan
yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih
digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara
saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat
berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak
mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.
C. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang
Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki
berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional
didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan
semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu
diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak
didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada
waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga
berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga
pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena
khawatir akan mendesak Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada
kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya
adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi
kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita.
D. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan
Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat
tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang
mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara
turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional
semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat
dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan
Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah
IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.

Hinsa semeton!!
ReplyDeleteTerimakasih ilmu barunya
ReplyDeleteTernyata Pencak silat merupakan budaya dan olahraga yang sudah sejak lama berkembang di Indonesia, dan patut untuk terus dibudayakan agar tidak punah dan diklaim oleh bangsa lain.Terima kasih banyak ilmunya, semoga dengan ini kedepanya sebagai generasi muda selalu ingat dengan jati diri bangsa dan berprestasi untuk kemajuan bangsa di bidang olahraga
ReplyDeleteTerimakasih kak sangat bermanfaat
ReplyDeleteTerima kasih kak, bisa tambah l ilmu
ReplyDeleteSangat bagus dan bermanfaat ilmunya
ReplyDeleteWaaaa sangat bermanfaat sekali👌🏽👌🏽
ReplyDeleteTerimakasih IAN
ReplyDeleteMantap lur
ReplyDeleteTengkyuuu
ReplyDeleteSangat bermanfaat sekali materinya
ReplyDelete